Game outbound untuk komunikasi adalah aktivitas luar ruang yang sengaja dirancang untuk mengasah kemampuan peserta dalam menyampaikan dan menerima pesan, baik secara lisan maupun isyarat, dalam situasi yang penuh tantangan.
Tujuan utama dari permainan ini adalah menyadarkan peserta bahwa hambatan komunikasi sering kali berasal dari asumsi yang salah atau instruksi yang tidak jelas. Lima permainan berikut sangat efektif untuk membongkar kebuntuan komunikasi yang sering terjadi di lingkungan kerja.
Mengapa Permainan Khusus Komunikasi Itu Penting?
Banyak masalah dalam kerja tim tidak disebabkan oleh kurangnya keterampilan teknis, melainkan oleh buruknya cara anggota tim berkomunikasi. Pesan yang disampaikan oleh satu orang belum tentu dipahami dengan makna yang sama oleh orang lain. Permainan komunikasi menciptakan simulasi nyata dari masalah ini dalam bentuk yang menyenangkan, sehingga peserta bisa menyadari kesalahan mereka tanpa merasa dihakimi.
Selain itu, permainan ini melatih peserta untuk lebih peka terhadap komunikasi non-verbal, seperti bahasa tubuh dan ekspresi wajah, yang sering kali sama pentingnya dengan kata-kata yang diucapkan.
Apa Saja Lima Pilihan Permainannya?
Ranjau Darat Mata Tertutup: Satu orang ditutup matanya dan harus berjalan melewati area yang dipenuhi rintangan (ranjau), sementara rekan timnya hanya boleh memberikan instruksi suara dari pinggir area. Permainan ini melatih pemberi instruksi untuk menggunakan kata-kata yang sangat spesifik (misalnya "maju dua langkah" bukan sekadar "maju"), dan melatih penerima instruksi untuk percaya sepenuhnya pada arahan tim.
Bentuk Bangunan Sama Persis: Dua kelompok duduk saling membelakangi dan masing-masing diberi balok kayu dengan bentuk dan jumlah yang sama. Satu kelompok menyusun balok tersebut menjadi bentuk tertentu, lalu harus memberikan instruksi verbal kepada kelompok di belakangnya agar bisa membuat bentuk yang persis sama, tanpa boleh melihat sama sekali. Ini adalah ujian nyata tentang betapa sulitnya mendeskripsikan sesuatu yang terlihat jelas bagi kita, kepada orang yang tidak bisa melihatnya.
Barisan Tanpa Suara: Fasilitator meminta peserta untuk membentuk barisan berdasarkan urutan tanggal lahir atau tinggi badan, tetapi mereka sama sekali tidak boleh mengeluarkan suara. Peserta dipaksa untuk menemukan cara komunikasi alternatif, seperti menggunakan bahasa isyarat jari atau menunjuk, yang menumbuhkan kreativitas dan kesabaran dalam menyampaikan pesan.
Tebak Gambar Berantai: Peserta duduk berbaris. Orang paling belakang menggambar sesuatu di punggung orang di depannya menggunakan jari. Orang tersebut kemudian harus menggambar hal yang sama di punggung orang di depannya lagi, terus berlanjut sampai ke orang paling depan yang harus menebak gambar aslinya. Permainan ini sangat efektif (dan sering kali sangat lucu) untuk menunjukkan bagaimana sebuah pesan bisa terdistorsi saat melewati banyak perantara.
Simpul Tali Rumit: Sekelompok peserta memegang seutas tali panjang yang ujungnya diikat membentuk lingkaran. Fasilitator kemudian meminta mereka untuk membentuk bentuk tertentu (misalnya bintang atau bujur sangkar) dengan mata tertutup. Karena tidak bisa melihat, peserta harus terus-menerus berkomunikasi untuk menyamakan persepsi tentang posisi mereka masing-masing agar bentuk yang diminta bisa terwujud.
Bagaimana Peran Evaluasi Setelah Permainan Selesai?
Permainan komunikasi tidak akan memberikan dampak jangka panjang jika tidak diakhiri dengan sesi evaluasi atau debriefing. Pada sesi ini, fasilitator mengajak peserta untuk menggali mengapa sebuah pesan gagal dipahami saat permainan berlangsung. Peserta diajak menyadari bahwa hambatan yang mereka alami dalam permainan sering kali adalah cerminan dari hambatan komunikasi di meja kantor mereka sendiri.
Apa Hasil yang Diharapkan dari Permainan Ini?
Setelah mengikuti rangkaian permainan ini, peserta diharapkan lebih berhati-hati dalam berasumsi, lebih spesifik saat memberikan instruksi, dan lebih mau mendengarkan sebelum bertindak. Kebiasaan untuk saling memvalidasi informasi—misalnya dengan bertanya "apakah maksud Anda begini?"—biasanya akan meningkat pesat.
Pada akhirnya, game outbound untuk komunikasi bukan hanya soal menyelesaikan tantangan di lapangan, tetapi tentang membawa pulang pola komunikasi yang lebih sehat dan efektif untuk diterapkan dalam kerja tim sehari-hari.